Home » Tentang ELPSA

Tentang ELPSA

Promoting mathematics engagement and learning opportunities for disadvantaged communities in West Nusa Tenggara (NTB), Indonesia

Kami bekerja untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan pembelajaran matematika dengan memfokuskan pada pengembangan profesional guru dan pembangunan kapasitas guru. Kami menggunakan kerangka pembelajaran khusus yang dikembangkan secara internal, ELPSA (Pengalaman, Bahasa, Gambar, Simbol, Penerapan), sebagai dasar untuk mencapai tujuan kami. Kerangka pembelajaran ELPSA membuka tiga jalur kesempatan:

  1. Kerangka ini membantu gurumemperkuat konten pedagogik dan pengetahuan matematika mereka;
  2. Kerangka ini digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan modul pengajaran matematika untuk Kelas 7-9; dan
  3. Desain kerangka fleksibel sehingga memungkinkan kami untuk mengembangkan pelajaran kelas yang disesuaikan dengan minat siswa NTB.

Penggunaan ELPSA, kami telah merancang kegiatan selama tiga tahun-yang semuanya fokus pada peningkatan kualitas pengajaran, peningkatan belajar siswa, pemberdayaan guru di provinsi NTB. Kegiatan kami terdiri dari:

  • Pengembangan Modul Matematika (di Indonesia): Dikembangkan oleh anggota Core Team yaitu pendidik atau pengajar matematika dari IKIP Mataram, DIKPORA, DEPAG, dan LPMP, dan guru matematika terkemuka di NTB. Modul pelajaran kelas mencakup kebutuhan konten matematika Indonesia untuk Kelas 7-9, dan akan digunakan oleh guru di dalam kelas.
  • Lokakarya Peningkatan Kapasitas Guru (di Indonesia): Pada tahun 2015 dan 2016, sejumlah 40 guru mewakili kabupaten NTB yang dipilih melalui proses aplikasi yang kompetitif untuk berpartisipasi dalam serangkaian lokakarya kerangka ELPSA untuk memperkuat keterampilan mengajar mereka, yang meliputi pembelajaran bagaimana menggunakan modul yang dikembangkan oleh Core Team dan menerapkan ELPSA untuk membuat RPP baru. Guru-guru ini bertindak sebagai pemimpin Kelompok Kerja MGMP mereka, dan dibekali untuk berbagi pemahaman dan pembelajaran mereka dengan rekan-rekan mereka di kabupaten NTB sendiri. Mereka juga akan menggabungkan bahan-bahan pembelajaran baru ke dalam kelas mereka.
  • Program Pengembangan Profesional Guru (di Australia): Dari sekelompok 40 guru dipilih untuk berpartisipasi dalam pengembangan kapasitas, menjadi 20 yang akan dipilih untuk melakukan perjalanan ke Universitas of Canberra (UC) untuk program pengembangan profesional selama sebulan. Program ini bertujuan untuk lebih mengembangkan pedagogik dan konten pengetahuan mereka, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengamati pengajaran di kelas dalam konteks budaya yang berbeda. Hal ini mencakup lokakarya dan pelatihan yang difasilitasi oleh staf UC, dan pendalaman budaya dan observasi kelas.

Pada akhir proyek ini, kami membayangkan siswa unggul dalam matematika dan terinspirasi untuk lebih mengejar pendidikan matematika mereka, dan rasa percaya diri guru NTB dalam menggunakan ELPSA secara mandiri sebagai alat untuk pengembangan RPP dan pengajaran. Hal ini diantisipasi bahwa pelajaran yang diajarkan dari proyek ini akan menjadi model untuk replikasi seluruh provinsi lain di Indonesia.

Pendanaan dan Administrasi
Proyek ini berlangsung dari tahun 2014-2017, dan dikelola oleh Universitas Canberra, yang bermitra dengan IKIP Mataram. Proyek ini didanai melalui Kemitraan Pemerintah untuk Pembangunan (GPFD) program pendanaan yang kompetitif, yang dijalankan oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia. Kami bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Pendidikan Pemudadan Olahraga di Nusa Tenggara Barat (DIKPORA), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), dan Kantor Wilayah Departemen Agama (DEPAG) untuk melaksanakan semua kegiatan yang berkaitan dengan proyek. Tanpa dukungan dan kemitraan mereka, proyek ini tidak akan mungkin terlaksana.

Informasi tambahan tentang keseluruhan hasil pendanaan dan tujuan proyek, klik disini.

logo kerjasama