Home » article » REFLEKSI JURNAL MINGGU II OLEH MELIA RIFA AFINA DAN HENIK LIDYAWATI

REFLEKSI JURNAL MINGGU II OLEH MELIA RIFA AFINA DAN HENIK LIDYAWATI

KUNJUNGAN KE SEKOLAH
1. HARI PERTAMA DAN KEDUA KUNJUNGAN DI SEKOLAH CAROLYNE CHRISHOLM SCHOOL

a. Pada pengajaran Bahasa Indonesia ditingkat SD, siswa mendemonstrasikan secara langsung kata-kata dalam bahasa  Indonesia     dengan gerakan tubuh seperti duduk, lari, berhenti, berdiri, dan jalan.

b. Siswa secara aktif mempraktekkan kosa kata yang sudah diajarkan melalui percakapan dan menyanyikan lagu berbahasa Indonesia, sehingga hal itu membantu siswa mengingat kosa kata dalam bahasa Indonesia.
c. Siswa sangat Aktif dalam mengajukan pertanyaan kepada guru.
d. Terdapat aturan tidak tertulis yang menjadi suatu kebiasaan saat siswa akan bertanya harus terlebih dahulu mengangkat tangannya, sampai diperkenankan oleh guru yang mengajar untuk bertanya atau menanggapi permasalahan dikelas.
e. Alat peraga bermanfaat maksimal dalam proses pembelajaran karena digunakan secara variatif untuk siswa tingkat SD. Penggunaan alat peraga diberikan kepada masing-masing siswa sesuai dengan topic materi yang diajarkan. Sedangkan pada tingkat SMP, siswa sudah tidak dibantu lagi oleh alat peraga. Metode pembelajaran menggunakan ceramah, Tanya jawab, dan penugasan.
f. Di sekolah ini, pembelajarannya lebih fleksibel, ini ditunjukkan dari sikap dan tingkah laku siswa dikelas saat belajar.
g. Berdasarkan kurikulum , sekolah ini menggunakan Kurikulum “SENA”. Siswa belajar matematika 7 jam pel per minggu dengan 1 x pertemuan adalah 1 jam pelajaran yaitu 50 – 55 menit.
h. Administrasi pengajaran sudang lengkap tersedia beserta instrument penilaian berupa soal-soal, sehingga guru tinggal melaksanakan pembelajaran sesuai panduan pengajaran yang ada.
2. HARI KETIGA KUNJUNGAN DI SEKOLAH BRUGMANN ANGLICAN SCHOOL
a. Sekolah ini lebih disiplin dalam menerapkan aturan, seperti memakai seragam, tas, dan sepatu yang sama dan duduk menggunakan meja.
b. Di tingkat SD, pembelajaran berjalan dengan sangat interaktif dimana guru bukan hanya mengajarkan secara lisan, tetapi juga memvisualisasikan apa yang diajarkan. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, materi tentang angka tidak hanya disimbolkan dengan kata dalam bahasa Indonesia, tetapi divisualisasikan juga ke dalam symbol/lambing dan juga gerakan. Dengan demikian gurudapat mengukur apakah siswa sudah paham atau belum. Contohnya : angka 1 dituliskan satu dan divisulisasikan dengan gerakan tangan yang membentuk bulatan dan seterusnya.
c. Namun, di tingkat SMP, ada 2 tipe cara pengajaran dimana yang satunya mengajar secara interaktif sedangkan tipe yang lainnya mengajar dengan cara konvensional tetapi siswa diarahkan untuk berfikir atau mencari tahu jawaban tugas yang diberikan guru.
d. Di tingkat SMA, pengajaran guru seperti diperkuliahan. Guru hanya menyampaikan materi secara garis besar dan dengan cara memancing siswa untuk bertanya. Siswa juga belajar dengan menggunakan kalkulator, karena difasilitasi oleh sekolah dan guru membagikan kalkulator kepada siswa 1 buah untuk 2 orang. Kemudian siswa diberi latihan. Ada juga guru yang melakukan tes dengan memanfatkan teknologi jaringa internet melalui aplikasi seperti aplikasi kahoot.it
e. Pembelajaran di semua mata pelajaran masing-masing menggunakan laptop yang sudah disediakan oleh sekolah yang terhubung dengan internet.
f. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa yang bentuknya open-ended, kemudian guru menampung semua jawaban siswa baik yang benar maupun yang salah diberi penghargaan baru setelah itu, menyimpulkan jawaban yang benar secara bersama-sama.

3. HARI KEEMPAT KUNJUNGAN DI SEKOLAH “RANFORD COLLEGE”
a. Pada sesi 1 ; Guru yang mengajar materi Aljabar, pembelajarannya disampaikan secara runtut, mulai dari apersepsi dengan Tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan materi baru yang dihubugkan dengan materi sebelumnya, serta menggiring siswa untuk menyimpulkan rumus melalui pola yang ada.
b. Pada sesi 2 : Siswa lebih santai, dan melakukan hal apa saja yang mereka inginkan tetapi tetap mengikuti proses pembelajaran di kelas. Pembelajaran hanya dengan pembahasan soal latihan.
c. Siswa tidak diharuskan untuk mengerjakan soal yang diberikan, yang penting siswa paham materi yang diajarkan

(@ismail).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*