Home » article » M. NAZRI : MASYRAKAT AUSTRALIA RAMAH DAN DISIPLIN

M. NAZRI : MASYRAKAT AUSTRALIA RAMAH DAN DISIPLIN

Berikut testimoni dari M. Nazri terkait dengan PTK dan pengalaman belajar di UC (diambil dari FB yang bersangkutan)

(1) PTK bukanlah penelitian statis yang hanya melihat satu indikator ketercapaian yang menentukan tuntas atau tidaknya suatu penelitian. Namun lebih jauh saya memahami PTK merupakan penelitian yang Dinamis. Dimana aspek kajiannya dapat berubah-ubah sesuai dengan proses belajar mengajar. Namun demikian tetap dalam konteks yang sama namun cakupannya lebih luas. Dalam penelitian ini tidak hanya melihat kemajuan pengetahuan siswa namun lebih jauh dapat digunakan sebagai acuan memahami perubahan tingkah laku siswa. Agar kedepannya guru dapat merancang pembelajaran yang tidak hanya mengisi kognitif siswa namun dapat merubah sikap siswa menjadi lebih.

(2) PTK tidak mengacu pada judul penelitian namun harus memahami masalah yang terjadi di dalam kelas. Selama ini saya memahami dalam pembuatan PTK, peneliti harus memikirkan judul yang diteliti. Hal ini tidak terlepas dari pendidikan serta pengalaman saya mengikuti pelatihan tentang PTK. Hal utama yang harus ditentukan adalah judul PTK. Cara ini membuat sebagian peneliti menjadi kaku dalam berpikir dan bertindak. Sehingga yang terjadi adalah penelitian hanya sebatas formalitas yang datanya dipaksakan untuk mendukung hipotesis yang dilakukan. Tentu ini bukanlah hal yang baik untuk mempelajari permasalahan pembelajaran di kelas. PTK semestinya harus melihat akar pemasalahan pembelajaran di kelas. Untuk itu sebelum melakukan penelitian, perlu adanya refleksi agar peneliti memahami permasalahan yang harus dicarikan solusinya. Dari hasil refleksi peneliti dapat merancang kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam refleksi antara lain mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan siswa sebagai subjek penelitian, wawancara dengan siswa atau guru BP maupun orang tua siswa, serta memantau kultur budaya sekolah. Kesuksesan PTK terletak dari kejelian peneliti mengkaji permasalahan dari hasil refleksi serta tindakan yang tepat dalam proses pembelajaran.

(3) Subjek penelitian yang jarang dikaji adalah guru. Sebagai agen perubahan kualitas pembelajaran di kelas, guru perlu dikaji kekurangan dan kelebihannya dalam pembelajaran. Menjadikan guru sebagai subjek penelitian bukan untuk merendahkan martabat seorang guru. Melainkan untuk memahami tingkah laku guru yang dapat menunjang ataupun menghambat perkembangan belajar siswa. PTK dengan subjek Guru??? Ini adalah hal yang aneh bagi saya dan mungkin bagi sebagian besar guru dan peneliti di Indonesia. Sebab hal ini tidaklah lazim. Bagaimana cara mengukur keberhasilan PTKnya? Bagaimana menganalisi data? Berapa siklus penelitian yang harus dicapai? Segudang pertanyaan ini juga kami rasakan sebagai peserta pelatihan. Namun saya mulai berpikir bahwasanya permasalahan dikelas bukanlah semata-mata dari siswa melainkan dari guru juga, sehingga penelitian dengan konteks guru penting untuk dikaji.

PEMBELAJARAN DARI UNIVERSITY OF CANBERRA

(1) Kedisiplinan masyarakat Australia memang tidak diragukan lagi terutama dalam menggunakan fasilitas umum dan menyeberang jalan. Hampir semua Halte Bus yang saya lihat tidak ada satupun coretan-coretan dari tangan si jahil. Bak sampah tetap dalam kondisi baik dan lagi-lagi belum ada yang saya temukan ada coretannya. Ini menunjukkan bahwa warganya memiliki kepedulian yang cukup tinggi dalam menjaga keindahan serta kelestarian lingkuUCEMngannya. Pertama kali melihat pejalan kaki ingin menyebrang jalan di Australia saya merasa heran. Gimana tidak heran dalam kondisi jalan yang terbilang sepi malah ia berdiri mematung dibawah lampu lalu lintas. Saya berpikir sepertinya orang ini tidak ingin menyebrang tetapi tidak lama kemudian dia menyeberang jalan. Dan pemandangan ini bukan satu atau dua kali kami temukan namun sepanjang jalan yang kami lalui dari bandara Sydney sampai kampus UC yang waktu tempuhnya tidak kurang dari 4 jam. Saya pun mulai mengamati gerak gerik yang dilakuka oleh para pengguna jalan terutama pejalan kaki. Pada setiap lampu lalu lintas disediakan jalur penyebrangan pejalan kaki dan sebelum menyebrang jalan pejalan kaki diharuskan menekan tombol yang ada di tiang lampu lalu lintas. Dan baru saya sadar bahwa tidak hanya pengendara mobil yng punya lalu lampu lalu lintas namun juga pejalan kaki. Sebuah perilaku kedisiplinan yang begitu tinggi dalam menjalankan peraturan yang berlaku yang tidak lain demi kebaikan masyarakat itu sendiri.

(2) Keramahan penjaga tiap stand di Questacon patut diacungi dua jempol. Awalnya saya agak takut, malu dan gugup bertanya pada mereka. Karena didorong oleh rasa penasaran yang tinggi saya pun nekat bertanya dengan pertanyaan yang sama dan berulang-ulang “What the function this machine?” mereka pun dengan antusiasnya memberikan penjelasan dari yang paling dasar sampai yang teknisnya. Saya pun dengan antusias mendengar penjelasannya yang 99% tidak saya pahami. Di tengah-tengah penjelasannya ia mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman saya namun saya jawaban dengan menyengir agak malu-malu. Walaupun ia tahu saya tidak memahami bahasanya namun ketika saya menanyakan mesin yang lain ia pun dengan ramah dan antusias menjelaskannya walaupun saya tidak paham-paham. Inilah arti sebuah layanan, walaupun orang lain tidak bisa mengambil kebaikan namun kita harus memberikan layanan yang terbaik. Dari sini pula saya mulai menyadari bahwa penguasaan Bahasa sangat penting terutama Bahasa Inggris agar kita dapat belajar dari semua penjuru dunia. (@ismail).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>