Home » article » FGD Keberlanjutan Program GPFD

FGD Keberlanjutan Program GPFD

Hari ini di LPMP Provinsi NTB berlangsung Focus Group Discussion (FGD) tentang keberlanjutan program GPFD terhadap pengembangan keprofesian guru dan pembelajaran matematika di NTB. FGD dihadiri oleh Prof. Tom Lowrie dan Dr. Sitti Maesuri Patahuddin dari Universitas Canberra, Implementing Partner, Tim Manajemen, serta Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB. Prof. Tom  Lowrie ingin mendengar secara langsung dari pemangku jabatan di Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan terkait rencana setelah program GPFD berakhir.   Prof. Tom Lowrie menyampaikan kepada seluruh tamu yang hadir bahwa DFAT menilai program GPFD di NTB sangat sukses, bahkan target program selama empat tahun dapat dicapai dalam waktu tiga tahun. DFAT awalnya tidak percaya jika program tersebut bisa melibatkan guru di setiap kabupaten di NTB. Kenyataannya itulah yang terjadi, bahkan menyebar semakin luas melalui MGMP.  Selain itu, Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA., Ph.D. menyatakan ELPSA sangat linier dengan Kurikulum 2013 dan berpengaruh kepada siswa dari segi rasa senang, disiplin, dan mau bekerja sama.  Kemudian Prof. Kusno, DEA., Ph.D. juga menegaskan program GPFD melalui framework ELPSA meningkatkan potensi dosen IKIP Mataram dan produk ELPSA sangat berguna bagi mahasiswa yang nantinya bisa dikomunikasikan dengan sekolah.  Framework ELPSA telah dikenal oleh banyak guru di NTB lalu menyebar ke seluruh Indonesia melalui pembelajaran berbasis Web. Maka dari itu kepala LPMP Provinsi NTB berniat akan melaporkan program GPFD secara langsung kepada Menteri Pendidikan yang kebetulan akan berada di Mataram pada Minggu malam nanti.  Setelah mendengar penjelasan seperti di atas, seluruh perwakilan Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB setuju dan mendukung keberlanjutan program GPFD. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bima mendapat laporan dari guru peserta ELPSA bahwa pembelajaran ELPSA sangat bagus dan memberikan manfaat  bagi guru, sehingga beliau menyarankan agar program selanjutnya diberikan kepada guru Sekolah Dasar. Hal tersebut didukung oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota lainnya. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menyatakan siap mendukung program serupa bagi guru SMA/SMAK.  Prof. Tom Lowrie senang sekali mendengar antusiasme instansi terkait tentang keberlanjutan program FGD dan Dia berjanji akan menyampaikan hasil diskusi hari ini kepada World Bank. Semua pihak berharap agar program ini kedepannya berjalan lancar sesuai dengan rencana demi kemajuan pendidikan di NTB. (Ratna)

Hari ini di LPMP Provinsi NTB berlangsung Focus Group Discussion (FGD) tentang keberlanjutan program GPFD terhadap pengembangan keprofesian guru dan pembelajaran matematika di NTB. FGD dihadiri oleh Prof. Tom Lowrie dan Dr. Sitti Maesuri Patahuddin dari Universitas Canberra, Implementing Partner, Tim Manajemen, serta Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB. Prof. Tom Lowrie ingin mendengar secara langsung dari pemangku jabatan di Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan terkait rencana setelah program GPFD berakhir.
Prof. Tom Lowrie menyampaikan kepada seluruh tamu yang hadir bahwa DFAT menilai program GPFD di NTB sangat sukses, bahkan target program selama empat tahun dapat dicapai dalam waktu tiga tahun. DFAT awalnya tidak percaya jika program tersebut bisa melibatkan guru di setiap kabupaten di NTB. Kenyataannya itulah yang terjadi, bahkan menyebar semakin luas melalui MGMP. Selain itu, Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA., Ph.D. menyatakan ELPSA sangat linier dengan Kurikulum 2013 dan berpengaruh kepada siswa dari segi rasa senang, disiplin, dan mau bekerja sama. Kemudian Prof. Kusno, DEA., Ph.D. juga menegaskan program GPFD melalui framework ELPSA meningkatkan potensi dosen IKIP Mataram dan produk ELPSA sangat berguna bagi mahasiswa yang nantinya bisa dikomunikasikan dengan sekolah.
Framework ELPSA telah dikenal oleh banyak guru di NTB lalu menyebar ke seluruh Indonesia melalui pembelajaran berbasis Web. Maka dari itu kepala LPMP Provinsi NTB berniat akan melaporkan program GPFD secara langsung kepada Menteri Pendidikan yang kebetulan akan berada di Mataram pada Minggu malam nanti.
Setelah mendengar penjelasan seperti di atas, seluruh perwakilan Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di NTB setuju dan mendukung keberlanjutan program GPFD. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bima mendapat laporan dari guru peserta ELPSA bahwa pembelajaran ELPSA sangat bagus dan memberikan manfaat bagi guru, sehingga beliau menyarankan agar program selanjutnya diberikan kepada guru Sekolah Dasar. Hal tersebut didukung oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota lainnya. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menyatakan siap mendukung program serupa bagi guru SMA/SMAK.
Prof. Tom Lowrie senang sekali mendengar antusiasme instansi terkait tentang keberlanjutan program FGD dan Dia berjanji akan menyampaikan hasil diskusi hari ini kepada World Bank. Semua pihak berharap agar program ini kedepannya berjalan lancar sesuai dengan rencana demi kemajuan pendidikan di NTB. (Ratna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>